Minggu, 14 Oktober 2012

Asal Usul Kota Pekalongan

Ada yang berasal dari Pekalongan? Jika ada, selamat karena diartikel ini, saya akan membeberkan asal usul dari kota Pekalongan. Sebenarnya asal usul kota Pekalongan terdapat bermacam versi, tetapi disini saya hanya akan menceritakan versi yang terpopuler. Ok, langsung saja kita menuju ke TKP.

Dahulu kala, terdapat seseorang yang bernama Joko Bau (Bau Rekso) putra dari Kyai Cempaluk, berasal dari Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Joko Bau dikenal sebagai seorang pahlawan daerah Pekalongan, dan nantinya ia menjadi pahlawan kerajaan Mataram.

Suatu ketika, ia disuruh oleh Kyai Cempaluk untuk mengabdikan dirinya kepada Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja Mataram. Setelah mengabdikan dirinya, Joko Bau diberi tugas untuk menjemput putri Ratansari dari Kalisalak Batang ke kerajaan. Sultan Agung Hanyokrokusumo berencana untuk mempersunting putri Ratansari. Akan tetapi, saat pertama kali bertemu dengan putri Ratansari, Jaka Bau malah jatuh cinta kepada putri tersebut. Tetapi, perasaan tersebut disembunyikannya karena putri Ratansari adalah calon istri dari Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Ternyata, putri Ratansari pun juga terpikat oleh Joko Bau. Hal itu ia tunjukkan dengan ia tidak ingin dibawa ke kerajaan Mataram. Putri Ratansari mengusulkan agar Joko Bau menggantikan dirinya dengan Endang Wuranti, seorang putri yang memiliki kecantikan yang tidak kalah dengan putri Ratansari, berasal dari desa Kali Beluk. Joko Bau menyetujui rencana tersebut dan dijemputlah Endang Wuranti untuk dibawa ke kerajaan Mataram.

Setelah dibawa ke kerajaan Mataram, sayangnya penyamaran Endang Wuranti diketahui oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Alhasil, Joko Bau pun mendapatkan hukuman dari kesalahannya tersebut. Joko Bau diperintahkan untuk menyerang VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnic/Perserikatan Maskapai Hindia Timur) di Batavia. Sebelum melaksanakan tugas tersebut, Joko Bau bertapa layaknya kelelawar (bahasa Jawa = Topo Ngalong) di hutan Gambiran dan ia berganti nama menjadi Bau Rekso.

Selama pertapaannya, Bau Rekso terus menerus diganggu oleh Dewi Lanjar (Ratu Segoro Lor dan utusan dari Ratu Roro Kidul) beserta para siluman pengikutnya. Akan tetapi, karena kekuatan gaib dari Bau Rekso yang luar biasa, gangguan-gangguan tersebut tidak mempan terhadapnya. Sebaliknya, Dewi Lanjar beserta silumannya menjadi tunduk kepada Bau Rekso. Kemudian Dewi Lanjar berencana meminta izin kepada Bau Rekso agar diperkenankan untuk menetap di wilayah tersebut. Bau Rekso menyetujui hal tersebut, begitu juga dengan Ratu Roro Kidul. Akhirnya, Dewi Lanjar dipersunting oleh Bau Rekso.

Dari asal kata "Topo Ngalong" inilah, tercipta nama Pekalongan. Pada tanggal 21 September 1628, Bau Rekso dinyatakan gugur saat melawan VOC di Batavia.

Demikianlah cerita asal usul kota Pekalongan, selamat malam ya anak-anak (Loh?!?!?!).

Terima kasih ya, sudah mau baca artikel yang bermanfaat ini.

Daftar pustaka:
http://sejarah.kompasiana.com/2011/04/04/asal-usul-nama-kota-pekalongan/
http://dongeng-1001-malam.blogspot.com/2010/07/asal-usul-kota-pekalongan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar